Catatan Pulang Kampung-Selayar Itu Di Mana?
Seminggu di Lombok, aku iseng setiap pagi buka tab dan mengetik apa saja yang terlintas di pikiranku. Beberapa hari berselang, jadilah beberapa draft kasar tentang sejumlah catatan objek wisata Lombok yang telah kukunjungi tiga hari belakangan. Nampaknya aku peroleh semacam energi baru untuk menulis lagi setelah absen menulis beberapa waktu.
Maka sambil menulis tentang Lombok, aku jadi kepengen juga menulis tentang perjalanan pulang ke Selayar setahun yang lalu. Ya, mungkin sudah telat dan banyak momen yang sudah hilang dari ingatan. Tetapi yang jelas, aku pikir, mendingan ada ketimbang tidak ada sama sekali bukan?
Selayar itu di mana?
Orang awam yang tidak kenal nama-nama wilayah di Indonesia, mungkin bisa dimaklumi. Tapi bahkan orang yang kerjanya jualan tiket pun tidak kenal Selayar. Ya, tiga travel tempat kami nyari tiket Surabaya-Selayar malah balik nanya, "Di mana itu Selayar?
"Di Sulawesi selatan, mas", jawabku dengan sedikit menahan malu.
Untung, temannya yang mungkin penggemar dangdut menengahi: "Ow, kampungnya Aty ya? Aty d'academy?"
"Ya, benar, mbak", kataku. Wah, untung ada Aty, bisikku dalam hati.
Tiket dibeli dua untuk satu orang. Satu dari Surabaya ke Makassar. Satunya lagi dari Makassar ke Selayar, karena belum ada penerbangan langsung dari Surabaya ke Selayar. Tiket Surabaya-Makassar sekitar 5 ratusan ribu. Dan Makassar-Selayar tiga ratusan ribu. Maka pada pertengahan Agustus 2016, berangkatlah kami:aku, fia dan mamanya- dari terminal 1 bandara juanda, Surabaya menuju Makassar.



Comments
Post a Comment